Header Ads

Misteri Di Balik Segitiga Bermuda Akhirnya Terungkap

Segitiga memang menjadi momok menakutkan bagi para pilot dan pelaut yang melintasinya.

Banyak orang bertanya-tanya mengapa banyak kapal dan pesawat hilang di wilayah yang berjuluk Segitiga Setan ini?

Seperti dilansir Daily Express, banyak pihak mengaitkan peristiwa di Segitiga Bermuda dengan hal-hal mistis.

Ada pula yang berpendapat bahwa kapal dan pesawat hilang tersebut memasuki tata ruang menuju dimensi lain.

Tapi kini, para peneliti telah menemukan penjelasan yang lebih logis dan 'membumi' terkait misteri di Segitiga itu.

Ternyata, para peneliti telah menemukan kawah bawah laut yang sangat besar di perairan tersebut.


Ini, menurut mereka, bisa menjadi jawaban terkait kondisi kapal dan pesawat yang hilang, hancur berkeping-keping serta karam di bawah laut.

Menurut peneliti, kawah dengan lebar setengah mil dan kedalaman 150 kaki di Laut Barents itu diduga terbentuk karena penumpukan gas metana.

Lokasinya diketahui di lepas pantai Norwegia, negara yang dikenal kaya dengan cadangan gas alamnya.


Para ilmuwan mengatakan, metana itu kemungkinan bocor di bawah laut.

Lalu, menurut para ilmuwan, gas tersebut menciptakan rongga yang akhirnya meledak setelah tekanan terlalu tinggi.


Nah, peristiwa ini bisa memicu ledakan gas yang sangat dahsyat.

Alhasil, hal ini bisa membuat kapal gagal melintas saat berada di ledakan mencapai puncaknya.

"Mereka mulai aktif mengurai metana dari es menjadi gas. Ini terjadi seperti longsor salju, seperti reaksi nuklir yang menghasilkan gas dalam jumlah besar," tutur ilmuwan yang enggan disebutkan namanya seperti dilansir Daily Express.

"Peristiwa membuat air laut memanas dan kapal karam di air yang bercampur dengan kadas gas yang cukup besar," lanjutnya.

Ilmuwan meyakini kawah raksasa tersebut merupakan salah satu lokasi terbesar kebocoran gas di laut dangkal Arktik.

Seperti diketahui ratusan pesawat dan kapal diketahui hilang secara misterius di Segitiga Setan tersebut.

Kesaksian ABK di Segitiga Bermuda
Namanya Ahmad. Usianya genap 60 tahun.

Di usia menjelang senja ini memorinya masih segar menceritakan pengalaman hidupnya sebagai ABK sebuah kapal tanker pengangkut minyak mentah.

Banyak kisah menarik dia ceritakan. Namun yang mengejutkan tentang kawasan "Segitiga Bermuda" di lautan Atlantik.

Baca Juga: UFO Berbentuk Cerutu Besar Terlihat di Langit Meksiko

"Itu bukan dongeng memang ada," kata Ahmad yang 10 tahun jadi ABK dan kerap melewati Segitiga Bermuda.

Konon kabarnya memasuki wilayah laut itu tidak bakal ada yang selamat.
Banyak kapal laut dan kapal terbang yang terbang rendah di atas Segitiga Bermuda hilang misterius.

Ada yang mengatakan Segitiga Bermuda adalah surga bagi kawanan Dajjal.
Soal itu Ahmad tidak paham namun yang jelas, kata dia, semua kapal tidak ada yang berani melewati area segitiga bermuda.

"Begitu memasuki laut segitiga bermuda ada tanda di depan seperti lampu kalau disorot kapal," katanya.
Kapal pun akhirnya tidak melewatinya dan menghindar, mengambil rute lain.

"Saya 10 tahun ikut kapal tanker selalu lewat dekat jalur itu. Kalau kami sudah paham betul tempat itu. Pesawat pun tidak ada yang berani terbang rendah di wilayah itu. Pernah ada ilmuwan Rusia masuk ke sana dan katanya tidak pernah kembali. Mereka hilang," kata Ahmad, asal Ambon ini.

Ahmad bekerja sebagai ABK di kapal tanker yang mengangkut minyak mentah dari Iran ke Amerika dan Amerika Latin.
"Ini pekerjaan menyenangkan bagi saya mengunjungi banyak negara," katanya.

Dikutip Wartakota.tribunnews.com dari Wikipedia, Segitiga Bermuda ( Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.
Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas.

Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut.
Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa.

Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press.

Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’.

Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X.

Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut.

Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir.

Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m, di ujung piramid tersebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.

No comments

Powered by Blogger.