Header Ads

10 Fakta Mengejutkan Sianida Yang Perlu Kamu Ketahui

Cyanide atau Sianida adalah senyawa kimia yang sangat membahayakan dan berpotensi menyebabkan kematian. Sianida dapat ditemukan dalam berbagai bentuk. Diantaranya adalah Hidrogen Sianida (HCN) atau dengan bentuk kristal Sodium Cyanide (NaCN) dan Potassium Cyanide (KCN).

Sesungguhnya Sianida dapat dimanfaatkan penggunaannya untuk dunia pertambangan. Namun, efeknya yang membahayakan seringkali digunakan untuk melukai dan membinasakan orang lain. Berikut merupakan fakta-fakta mengejutkan Sianida yang perlu diketahui, seperti yang dikutip dari tentik.com.


10. Awal Mula Penyalahgunaan Penggunaan Sianida
Hidrogen Sianida pernah digunakan sebagai ‘senjata’ genosida oleh Jerman saat Perang Dunia II. Tidak hanya itu saja, Hidrogen Sianida juga disebut – sebut sebagai ‘senjata’ yang digunakan saat Perang Irak dan Iran pada tahun 1980. Senyawa-senyawa kimia berbahaya memang sering digunakan saat perang karena efeknya yang luar biasa mematikan.


9. Produksi dan Penggunaan Sianida
Keberadaan sianida sangat dibutuhkan dalam industri logam dan pertambangan. Sebanyak 1,4 juta ton Hidrogen Sianida (HCN) diproduksi diseluruh dunia. Namun, hanya 20% saja yang kemudian dikonversikan menjadi Sodium Sianida (NaCN). Sementara itu, 80%-nya berupa Hidrogen Sianida (HCN) yang dimanfaatkan untuk bidang metalurgi.


8. Meskipun Kecil, Kandungan Sianida Ada dalam Tumbuhan
Seperti dilansir dari The Centers For Disease Control and Prevention (CDC) secara alami kandungan sianida ditemukan dalam berbagai macam tumbuhan. Salah satu diantaranya adalah tanaman singkong. Selain itu, kandungan Sianida juga ditemukan dalam almond, wild cherries, sorgum, dan lima beans.

Dalam sebatang rokok pun ternyata mengandung Hidrogen Sianida (HCN). Menurut Canadian Goverment, Health Canada, level emisi HCN yang diperbolehkan adalah 0,073-0,25 mg. Apabila kandungan Sianida berada diambang batas tentu sangat berbahaya bagi tubuh.


7. Mengapa Sianida Membahayakan?
Sianida dapat bereaksi dengan sangat cepat apabila sudah berinteraksi langsung dengan manusia. Terutama dalam mempengaruhi sistem pernafasan manusia. Sianida akan bereaksi dengan cepat jika tertelan, terhirup, maupun bersentuhan langsung dengan kulit.

Gas beracun Sianida dapat terproduksi apabila Sianida dalam bentuk padat atau cair bereaksi dengan kelembaban udara. Sianida juga sangat reaktif terhadap lingkungan. Sianida dalam jumlah yang sangat besar dapat menimbulkan ledakan. Sianida juga sangat berbahaya jika bereaksi dengan panas.


6. Gejala-Gejala Keracunan Sianida
Bagi seseorang yang terkena Sianida dalam kadar yang sangat ringan akan mengalami gejala-gejala berikut ini. Pertama, seseorang tersebut akan bernafas dengan tidak normal dan sangat cepat. Kedua, seseorang tersebut akan merasa lemas, pusing, dan sakit kepala. Ketiga, korban akan merasa ingin muntah yang diiringi dengan detak jantung yang cepat.

Baca Juga:  7 DJ Cewek Paling Seksi dan Sukses

Namun, apabila terpapar dalam jumlah yang banyak, korban akan tidak sadarkan diri. Selain itu, denyut nadi akan melemah. Sianida yang bereaksi dalam tubuh juga dapat menimbulkan kerusakan pada paru-paru yang mengakibatkan terganggunya sistem respirasi. Sianida dalam jumlah banyak yang bereaksi dalam tubuh juga dapat menimbulkan kematian.


5. Bagaimana Seseorang Dapat Terkena Sianida?
Risiko seseorang yang terkena Sianida tergantung dari seberapa besar jumlah Sianida yang bereaksi dengan tubuhnya, seberapa lama seseorang tersebut terkena Sianida, dan bagaimana seseorang tersebut dapat teracuni, apakah menghirupnya, menelan, atau terkena kulit.

Sianida menghambat sel-sel dalam tubuh untuk mendapatkan oksigen. Jika hal demikian tidak mendapatkan penanganan, maka dapat menimbulkan risiko kematian. Sianida dapat berisiko merusak jantung dan otak karena kedua organ tersebut membutuhkan banyak sekali oksigen.


4. Ruam Sianida
Seperti dilansir CNN Indonesia, NaCN (Natrium Sianida) dapat bereaksi terhadap kulit. Ditambah lagi jika seseorang yang terpapar senyawa tersebut mengalami luka yang terbuka. Paparan Sianida yang berulang-ulang akan meibulkan efek yang disebut ‘Ruam Sianida’.

Gejala yang termasuk dalam ruam Sianida antara lain gejala gatal-gatal dan erupsi yang berupa papula, makula, dan vesikula. Jika seseorang terpapar Sianida dalam kadar yang rendah maka ia akan mengalami pusing mual, dan tak selera makan.


3. Segera Cuci Tangan Jika Terkena Sianida
Jika Sianida mengenai kulit, cepat bersihkan kulit dengan air bersih dan sabun. Bagi pengguna kontak lens, lepaskan kontak lens tersebut sesegera mungkin. Begitupula bagi Anda pemakai kacamata, segera lepaskan kacamata dan cuci bersih kacamata tersebut. Jangan gunakan zat pemutih atau bahan-bahan kimia tertentu untuk membersihkannya.


2. Lakukan Ini Jika Anda Terjebak Paparan Sianida dalam Sebuah Ruangan
Jika Anda terjebak paparan Sianida dalam sebuah ruangan, lakukanlah hal – hal penting berikut ini. Pertama, segera keluar ruangan secepat mungkin. Kedua, pindahlah ke sebuah area dengan suplai udara bersih yang mencukupi. Menjauhi ruangan yang tercemar Sianida dapat mengurangi kemungkinan terjadinya risiko.


1. Buang atau Singkirkan Pakaian Anda Jika Terkena Sianida
Menurut Department Of Health and Human Services Centers For Disease Control and Prevention, Anda harus segera membuang atau menyingirkan jauh-jauh pakaian Anda jika terkena Sianida. Jika memungkinkan, taruhlah pakaian Anda yang terkena Sianida tersebut ke dalam kantong plastik dan bungkus rapat-rapat.

Jika masih memungkinkan, Anda dapat membungkusnya dengan kantong plastik sebanyak dua kali. Sianida yang masih menempel dipakaian masih memiliki sejumlah risiko. Membungkusnya dengan tepat dapat membantu melindungi orang lain supaya tidak terkena paparan Sianida.

No comments

Powered by Blogger.