Header Ads

Ini Dia 4 Kisah Perayaan Ulang Tahun Yang Berakhir Tragis, Dari Mata Buta Hingga Tewas

Perayaan ulang tahun seharusnya menjadi momen bahagia bagi seseorang. Namun faktanya tak selalu seperti itu. Buktinya keempat orang di bawah ini. Hari nan spesial mereka justru menjadi petaka bagi mereka.

Ini tentu saja tak terlepas dari tangan jahil teman-teman mereka.

Ya, sudah bukan menjadi rahasia umum bila masyarakat Indonesia sangat senang mengerjai temannya yang sedang berulang tahun.

Mulai dari mengikat di tiang listrik, menyiram dengan campuran air kotor, hingga melempari dengan telur busuk.

Hal seperti ini sah-sah saja dilakukan, dengan catatan tidak dilakukan dengan cara yang berlebihan. Namun jika sampai berlebihan dan harus memakan nyawa, tentu saja ini sangat berbahaya.

Dan berikut ini adalah beberapa kisah perayaan ulang tahun yang berakhir tragis, seperti dilansir Boombastis.com.


1.Mengalami kebutaan usai dilempari telur busuk
Kisah pertama datang dari seorang siswa. Dia kehilangan penglihatannya setelah dilempari telur busuk oleh teman-temannya. Hal ini disadari ketika siswa tersebut hendak membersihkan cairan busuk yang mengenai matanya.

Sayang, begitu dibersihkan, matanya tak dapat melihat. Dan ternyata benar saja, dokter spesialis mata yang memeriksanya mata saat itu menuturkan kalau bakteri telur busuk telah merusak korne matanya.


2.Kesetrum di tiang listrik
Kisah berikutnya datang dari seorang pemuda bernama Sandy. Saat itu dirinya baru saja genap berusia 28 tahun. Dan seperti biasanya, ia pun mendapat kejutan dari rekan-rekan kerjanya. Tak tanggung-tanggung, para kerabatnya pun mengerjai dirinya sekitar pukul 00.04 dini hari.

Sandy yang saat itu tersenyum riang lantas dibawa ke lapangan basket Bumi Serpong Damai, Kota Tanggerang. Dia diikat di salah satu tiang lampu lapangan. Tak cukup sampai di situ, rekan-rekannya kemudian menyiram Sandy dengan air.

Nahas, tubuh Sandy yang tersiram oleh air langsung kesetrum hingga kejang-kejang. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit Eka Hospital, namun nyawa Sandy tak bisa diselamatkan.

Baca Juga:  Kepribadian Manusia Sesuai Golongan Darah Versi Jepang


3.Kejutan berlebihan berujung kerusakan otak
Hal ini dialami oleh Maizatul Farhanah. Kejadian ini bermula ketika Farhanah diajak ke kantin oleh teman-temannya. Rupanya, tindakan mengajak Farhanah ke kantin itu hanya mengalihkan perhatian, karena teman-teman lainnya langsung melakukan scenario jail mereka dengan memasukkan uang senilai Rp 300 ribu dan beberapa ponsel ke dalam tas Farhanah.

Ironisnya, guru-guru pun terlibat dalam scenario tersebut. Guru-guru yang turut mengikuti itu dimintai untuk berpura-pura memarahi Farhanah karena kedapatan mencuri. Bahkan teman-temannya juga meneriakinya maling.

Sayang, hal tersebut membuar Farhanah syok hingga akhirnya jatuh pingsan. Semenjak saat itu pula, Farhanah menjadi berubah total. Kondisi kejiwaan dan kesehatannya menjadi tidak stabil, dan dia menjadi mudah jatuh sakit.

Meski sempat dirawat secara intensif di rumah sakit selama 14 hari, gangguan otak yang diderita Farhanah tak bisa kunjung membaik. Hingga akhirnya siswi 13 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.


4.Ducati mengantarkan mahasiswa pada maut
Lain halnya dengan kisah yang dialami pria bernama Subhan Baugwala ini. Pria yang baru saja genap berusia 18 tahun ini tewas bukan karena kejahilan teman-temannya melainkan kesalahan saat mengendarai motor.

Ceritanya, saat itu Subhan ulang tahun dan dirinya pun dihadiahi sebuah motor Ducati oleh kedua orangtuanya.

Subhan lantas memakainya untuk berangkat ke kampus. Namun Subhan justru menyalahgunakannya. Remaja tersebut mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya terjadi selip dan menabrak pembatas jalan.

Subhan pun langsung dibawa ke rumah sakit. Namun sayang, saat berada di pertengahan jalan, Subhan mengembuskan nafas terakhirnya.

No comments

Powered by Blogger.